DAMPAKSOSIAL EKONOMI PEMBANGUNAN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA UAP (PLTU) BATANG DI DESA UJUNGNEGORO KECAMATAN KANDEMAN KABUPATEN BATANG SKRIPSI Diajukan Untuk Memenuhi Tugas Dan Melengkapi Syarat Guna Memperoleh Gelar Sarjana Strata S.I Dalam Ilmu Ekonomi Islam Di Susun Oleh: Arfiyanto NIM. 1405026103 JURUSAN EKONOMI ISLAM berjudul"RANCANG BANGUN PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA KAPASITAS 200 WP DENGAN SISTEM SOLAR CHARGE. Shalawat dan Salam tak luput penulis hantarkan kepada Rasulullah SAW, dengan segala keteladanan yang ada pada-Nya. Tujuan penulisan Tugas Akhir ini merupakan salah satu syarat kelulusan tingkat sarjana strata satu Jurusan Teknik ABSTRAKPada dasarnya pembangkit listrik tenaga diesel ialah pembangkit listrik yang menggunakan mesin diesel sebagai penggerak mula prime mover yang berfungsi untuk menghasilkan energi mekanis yang diperlukan untuk memutar generator. Maka dilakukan penelitian mengenai analisis daya listrik pada generator Rencanapemerintah yang dilaksanakan oleh PLN untuk membangun 44 pembangkit tenaga listrik dengan total daya 10.000 megawatt terdiri dari pembangkit tenaga uap saja, dengan pasokan bahan bakar fosil yang terbatas dan memunculkan banyak masalah. Dan salah satu pemecah masalahnya adalah pembangkit tenaga nuklir dengan banyak kelebihannya. Lautan, yang menutupi sebagian besar planet ini, penuh dengan energi. Tapi kenapa kita tidak banyak mendengar tentang pembangkit listrik tenaga ombak laut? Padahal jika kita bisa memanfaatkan semua gelombang ombak laut, kita bahkan dapat memenuhi permintaan listrik global hingga tiga kali lipat. Apa yang menjadi hambatan Shalawatbeserta salam semoga tetap tercurahkan kepada Nabi Muhammad SAW yang berkat perjuangan beliau lah, kehidupan Tabel 2.2 Komponen-komponen pada Pembangkit Listrik Tenaga Bayu .. 37 Tabel 2.3 Dampak negatif dari sumber energi terbarukan .. 42 Tabel 2.4 Tingkat . Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. STRATEGI OPERASIONAL PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA AIR PLTA DEPARTEMEN MAINTENANCE DAN ULTILITIES PT. VALE INDONESIAUNIVERSITAS MUHAMMADIYAH PALOPOMAGFIRAH INDAH R, ADIL zafierrzeya dan Adil AbstrakStrategi operasional yang baik dan strategi prioritas yang tepat, efektif, dan efisien yang harus diterapkan oleh manajemen diperlukan agar bisnis dapat menghadapi tantangan. Tujuan dari penelitian ini adalah untuk melihat faktor internal yang berkontribusi pada kekuatan dan kelemahan pemilihan prioritas strategis, faktor eksternal yang berkontribusi pada kekuatan dan kelemahan pemilihan prioritas strategis, dan strategi prioritas yang paling memenuhi persyaratan organisasi. Departemen Operasi Pembangkit Listrik Tenaga Air untuk mencapai tujuan menggunakan analisis SWOT dan AHP untuk memaksimalkan pemanfaatan sumber daya yang sudah tersedia. Penelitian ini dilakukan di PT. Indonesia Vale Tbk. Bagian Pemeliharaan dan Utilitas Pembangkit Listrik Tenaga Air yang berkedudukan di bagian pengoperasian Utilitas. Kombinasi wawancara mendalam, observasi, telaah dokumen, dan kuesioner digunakan untuk mengumpulkan data. Tekad pegawai yang bertugas menjalankan PLTA untuk bekerja sesuai dengan visi dan misi seksi operasi PLTA terbukti paling tinggi kekuatannya, dengan bobot 0,423, menurut temuan AHP. perhitungan analisis faktor lingkungan internal yang merupakan kekuatan dan kelemahan dalam proses penyusunan strategi prioritas. Dengan bobot tertinggi 0,426, pabrik Hydro Departemen Utilities mengalami kejenuhan dengan pekerjaan rutin. Pengembangan potensi dan kompetensi individu pegawai memiliki bobot tertinggi sebesar 0,418 menurut perhitungan AHP berdasarkan analisis faktor lingkungan eksternal. Sedangkan penyakit akibat kerja shift merupakan faktor bahaya terbesar dengan beban 0,415. Berdasarkan perhitungan AHP pada perilaku strategi operasional, bagian Operasi PLTA telah meningkatkan kinerjanya secara berurutan dengan mempublikasikan prestasi dan kinerja pegawai PLTA lintas departemen, memberikan pelayanan fasilitas kesehatan 24 jam di area kerja dan fasilitas olah raga, merotasi shift personel untuk karyawan operasional PLTA, dan memberikan kesempatan kepada masyarakat setempat untuk mengikuti pelatihan sekolah yang disiapkan oleh perusahaan sebelum merekrut karyawan baru. Peningkatan tersebut antara lain memberikan kepastian gambaran karir yang konsisten dan berkala sesuai dengan hasil uji kompetensi masing-masing pegawai. Kata kunci Strategi Operasional, SWOT, dan Harga komoditas di pasar internasional biasanya turun dan biaya produksi naik, keduanya pasti akan mengurangi keuntungan perusahaan di industri pertambangan. Untuk bertahan dalam iklim bisnis seperti ini, asosiasi harus mengambil langkah-langkah harapan yang berbeda, misalnya mengembangkan lebih lanjut proses produksinya, menggunakan sumber energi yang lebih murah, mengerjakan kerangka kerja hierarkis, dan membuat dana cadangan Vale Indonesia Tbk sebelumnya dikenal sebagai PT International Nickel Indonesia Tbk dan merupakan anak perusahaan Vale, sebuah perusahaan tambang global yang berkantor pusat di Brazil. Sejak tahun 1968, perusahaan ini PT Inco menjalankan tambang nikel terbuka dan pabrik pengolahan di Sorowako, Sulawesi. Saat ini memproduksi 5% nikel dunia dan merupakan produsen nikel terbesar di Indonesia. Sejak awal kegiatannya, PT Vale Indonesia Tbk PT Vale telah memegang visi menjadi organisasi pertambangan yang sering memikirkan pengelolaan alam. Memanfaatkan teknologi ramah lingkungan untuk menghasilkan nikel, termasuk pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air PLTA untuk menghasilkan energi untuk kebutuhan lebih dari empat puluh tahun berkiprah, PT Vale saat ini memiliki tiga PLTA yakni Larona, Balambano, dan Karebbe yang mampu sebagai penyedia tenaga untuk mengoperasikan heater purifying heater dan nickel mineral handling di handling plant pabrik proses. di listrik tenaga air ini mendapatkan tenaganya dari Matano, Mahalona, dan Towuti, tiga danau di Luwu Timur yang mengalirkan air ke turbin melalui Sungai Larona. Pintu air Petea, di sisi lain, digunakan untuk mengatur ketinggian air Danau Matano. Enam set pintu air yang dioperasikan secara manual membentuk gedung ini, dan pengoperasiannya ditentukan oleh ketinggian Danau Matano dan melalui sistem pengendalian pada pintu air, ketiga PLTA tersebut juga berfungsi sebagai bangunan pengendali banjir. Sudah menjadi rahasia umum jika curah hujan tinggi, debit sungai bisa meluap sehingga berdampak pada petani di wilayah data lima tahun terakhir, telah terjadi peningkatan atau peningkatan yang signifikan pada fungsi pengoperasian peralatan PLTA di tiga lokasi PLTA—Larona, Balambano, dan Karebbe—melalui penambahan peralatan baru atau perbaikan peralatan yang sudah ada. Sesuai dengan visi dan misi departemen operasi PLTA, staf operator yang ada harus dapat bekerja sama dengan sistem yang ada untuk memenuhi kondisi di satu sisi, pelatihan ini mutlak diperlukan bagi karyawan khususnya di bagian operasional Utilities hydro plant agar visi dan misi departemen tersebut dapat terus sejalan dengan strategi operasional yang diterapkan pada setiap hari, PT Vale Indonesia memiliki pelatihan teknis yang terbatas untuk karyawan yang ada di seluruh dunia sebagai akibat dari kondisi harga komoditas nikel yang menurun di pasar global selama tiga tahun terakhir..Osuna dan Aranda 2007 menemukan bahwa perencanaan strategis untuk pertumbuhan dan perkembangan sangat diuntungkan dengan menggunakan metode SWOT untuk memahami konteks organisasi. Namun, pengalaman telah menunjukkan bahwa manfaat memiliki nilai yang terbatas selama fase desain strategi. Memanfaatkan kombinasi aplikasi SWOT dan AHP untuk pemilihan strategi prioritas, metode evaluasi strategi dapat meningkatkan nilai ini secara signifikan. METODE PENELITAN LOKASI DAN WAKTU PENELITIAN Penelitian ini dilakukan di PT. Indonesia Vale Tbk. departemen Pemeliharaan dan Utilitas di bagian pengoperasian utilitas pembangkit listrik tenaga air. Sejak April 2017 hingga data yang dibutuhkan diperoleh secara lengkap, penelitian ini dilakukan. Jenis dan Sumber Data Eksplorasi semacam ini merupakan strategi subyektif dan kuantitatif dengan pendekatan investigasi kontekstual, yaitu suatu teknik pemeriksaan yang ujung-ujungnya hanya berlaku pada obyek kasus pemeriksaan, yaitu PT Vale Indonesia tbk, Utilities Task divisi hydro Pengumpulan Data Kombinasi wawancara mendalam, observasi pengamatan dan telaah dokumen, serta kuesioner akan menjadi metode yang digunakan untuk mengumpulkan data penelitian. Seorang pewawancara yang sangat terampil melakukan wawancara pribadi, tidak terstruktur, dan langsung dengan subjek untuk mempelajari tentang latar belakang motivasi, keyakinan, sikap, dan perasaan subjek tentang suatu topik. Wawancara inside and out sering digunakan untuk mengungkap hal-hal yang tersembunyi, yang sulit diungkapkan dengan strategi atau metode estimasi lainnya, Aritonang 2007Metode Pengolahan Data Penelitian ini menggunakan teknik analisis data sebagai berikutMenentukan faktor internal yang akan digunakan untuk menentukan strategi prioritas PT Vale Indonesia untuk bagian Maintenance and Utilities pada operasi Utilities bagian hydro plant Menentukan faktor eksternal yang akan digunakan untuk menentukan strategi prioritas PT Vale Indonesia pada bagian Maintenance and Utilities pada operasi Utilities bagian hydro planManfaatkan analisis SWOT untuk mengevaluasi faktor internal dan diagram hierarki bobot prioritas opsi strategis alternativeMengintegrasikan analisis SWOT ke dalam pendekatan AHPMemanfaatkan hasil perhitungan AHP, menetapkan prioritas strategisHASIL PENELITIAN DAN PEMBAHASAN SWOT adalah kepribadian dari berbagai faktor yang sengaja dibuat untuk merencanakan suatu sistem bantuan. Pemeriksaan ini didasarkan pada alasan yang meningkatkan peluang namun tetap membatasi kekurangan dan bahaya. Faktor internal dan eksternal dibandingkan dalam analisis SWOT Rangkuti, 2015. Hasil Analisis Matriks Kekuatan, Kelemahan, Peluang, dan Ancaman SWOT.Sesuai dengan tujuan eksplorasi dan penelusuran penulisan, variabel-variabel yang mempengaruhi kegiatan teknik Pembangkit Listrik Tenaga Air menggunakan pemeriksaan SWOT yang meliputi pemeriksaan iklim interior dan iklim luar. Kekuatan dan kelemahan organisasi Teknik Pemeliharaan semuanya adalah faktor internal, sedangkan peluang dan ancaman adalah semua faktor dari manajemen PT Vale Indonesia, komitmen karyawan untuk bekerja sesuai dengan visi dan misi hydro plant, punishment dan reward PT Vale Indonesia, serta penggunaan standar prosedur operasi dan spesifikasi operasional peralatan sebagai acuan kerja semuanya teridentifikasi sebagai kekuatan setelah melakukan analisis faktor internal. Kejenuhan terhadap rutinitas kerja, pergeseran aturan kerja bagi karyawan pada posisi pimpinan tim operasi hingga operator level 3, persaingan jalur karir internal karyawan, dan tingkat kedisiplinan karyawan yang cenderung tidak stabil menjadi kelemahan yang ditemukan. Peluang kaderisasi karyawan yang dapat dilakukan secara efektif dan efisien, program pelatihan karyawan yang menyesuaikan dengan kemajuan teknologi, pengembangan potensi dan kompetensi individu karyawan, serta penerapan teknologi baru untuk mengoptimalkan fungsi dan kerja bagian operasional hidro antara lain hasil analisis faktor eksternal. tanaman. Terkait faktor ancaman, antara lain munculnya bisnis pertambangan nikel yang mirip dengan PT Vale Indonesia, kemungkinan PLTA terganggu akibat penebangan liar, perselisihan masyarakat soal pemberdayaan, dan penyakit akibat kerja sejumlah opsi berbeda untuk arah strategis yang disediakan oleh operasi utilitas departemen pembangkit listrik tenaga air. Perhitungan AHP dilakukan berdasarkan keterkaitan antar elemen SWOT dalam strategi alternatif untuk menentukan prioritas strategi. Tingkat prioritas strategi alternatif ditentukan oleh hasil bobot hasil estimasi AHP pada tabel 2 pada pemeriksaan elemen ekologi interior yang merupakan kualitas dan kekurangan dalam memutuskan kebutuhan prosedur dalam Kegiatan segmen pembangkit listrik tenaga air sebagai berikut 1. Dengan bobot 0,423, pembangkit tenaga air beroperasi komitmen pegawai seksi untuk bekerja sesuai dengan visi dan misi seksi paling kuat, diikuti dengan penggunaan SOP dan spesifikasi operasional peralatan sebagai acuan kerja dengan bobot 0,266. Kemudian disusul faktor rebuff and rewards yang berlaku pada PT Vale Indonesia pada bagian fungsional PLTA sebesar 0,174 terakhir bantuan dari administrasi PT Vale Indonesia sebesar 0,137 2. Kelemahan Departemen Utilitas PLTA adalah rutinitas kerja jenuh, yang memiliki bobot tertinggi 0,426. Selanjutnya aturan kerja shift bagi karyawan pada posisi ketua tim operasi ke level operasi 3 memiliki bobot tertinggi yaitu 0,231. Kemudian kompetisi jalur karir karyawan internal yang mendapat bobot 0,195, dan disiplin karyawan yang mendapat bobot 0,148 yang secara umum bersifat analisis faktor lingkungan eksternal yang menjadi subjek perhitungan AHP, ditentukan strategi prioritas berikut untuk bagian operasi pembangkit listrik tenaga air1. Peningkatan potensi dan keterampilan perwakilan individu memiliki beban tertinggi sebesar 0,418, diikuti oleh komponen penerapan inovasi baru untuk meningkatkan kemampuan dan kerja bagian fungsional PLTA sebesar 0,271. Faktor program pelatihan pegawai untuk beradaptasi dengan kemajuan teknologi sebesar 0,191, diikuti dengan regenerasi pegawai dapat terlaksana secara efektif dan efisien dengan bobot 2. Peningkatan potensi dan keterampilan perwakilan individu memiliki beban tertinggi sebesar 0,418, diikuti oleh komponen penerapan inovasi baru untuk meningkatkan kemampuan dan kerja bagian fungsional PLTA sebesar 0,271. Faktor program pelatihan pegawai untuk beradaptasi dengan kemajuan teknologi sebesar 0,191, diikuti dengan regenerasi pegawai dapat terlaksana secara efektif dan efisien dengan bobot 1 2 Lihat Ilmu Alam & Tekno Selengkapnya Pembangkit listrik tenaga surya atau PLTS adalah pembangkit listrik yang menghasilkan energi listrik dari sinar matahari atau energi surya. Dengan kata lain, pembangkit listrik ini memanfaatkan sumber energi alternatif yang dapat diperbaharui sehingga ramah lingkungan. Hal ini tentu sangat menguntungkan bagi negara yang wilayahnya berada di area garis khatulistiwa. Bagaimana dengan pembangkit listrik tenaga surya di Indonesia sendiri?Terletak di garis khatulistiwa, negara beriklim tropis yang sering terpapar sinar matahari seperti Indonesia mempunyai potensi energi surya yang banyak. Di Indonesia sendiri banyak dijumpai PLTS yang dibangun oleh pemerintah sebagai sumber energi listrik untuk beberapa daerah. Dengan rata-rata energi surya sebanyak KWh/m2 data dari LAPAN per harinya, pembangkit listrik tenaga surya adalah pilihan alternatif terbaik sebagai sumber energi listrik di Indonesia. Beberapa wilayah di Indonesia seperti, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Selatan, dan Sulawesi Utara sudah dibangun PLTS. Bagaimana cara kerja dari pembangkit listrik sendiri? Apa kelebihan dan kekurangannya? Simak artikel berikut untuk Kerja Pembangkit Listrik Tenaga SuryaCara kerja PLTS terdiri dari dua metode, yaitu secara langsung dengan menggunakan sel fotovoltaik sel surya dan secara tidak langsung dengan menggunakan metode pemusatan energi surya. Berikut adalah penjelasan dari cara kerja masing-masing Menggunakan sel fotovoltaik atau sel suryaSel surya adalah alat semikonduktor yang dapat mengkonversi cahaya matahari menjadi energi listrik. Sel ini biasanya ditemukan aplikasinya dalam panel surya yang berbentuk persegi atau persegi panjang pada suatu pembangkit listrik. Cahaya matahari yang mengenai permukaan bumi nanti akan tertangkap oleh sel surya. Sel surya ini sebenarnya menangkap foton, yaitu quantum terkecil/ satuan terkecil dari cahaya. Foton yang mengenai permukaan sel surya akan menghasilkan energi listrik. Rangkaian proses ini merupakan pemanfaatan dari efek fotoelektrik atau fotolistrik. Efek ini terjadi ketika foton menabrak sel surya dan menyebabkan sel surya tersebut melepaskan elektron. Pada proses tersebut pula, proton akan dihasilkan dan akan mengalir sehingga perpindahan arus proton ini menyebabkan munculnya arus listrik. Mengapa sel surya bisa menangkap cahaya? Sel fotovoltaik atau sel surya ini terbuat dari bahan yang sensitif terhadap cahaya. Komponen utamanya adalah photodiode atau dioda foto. Komponen inilah yang menangkap cahaya dan meneruskan energi yang didapatkan ke sistem yang berikutnya dan nantinya akan menjadi energi listrik. 2. Menggunakan sistem pemusatan energi suryaMetode yang biasa disebut juga dengan CSP atau concentrated solar power ini memanfaatkan bantuan dari lensa dan sistem pelacak guna memusatkan energi surya yang tidak terfokus menjadi terfokus ke satu titik. Energi panas yang dihasilkan pada titik ini akan dijadikan sumber utama untuk membangkitkan listrik. Pada contoh pengaplikasiannya, PLTS menggunakan komponen CSP untuk mendapatkan energi listrik dari uap air. PLTS akan memfokuskan cahaya matahari untuk memanaskan dan menggerakkan generator turbin uap sehingga dihasilkan arus cara kerja ini termasuk dalam pemanfaatan energi surya aktif. Sebagai informasi tambahan, ada dua jenis energi surya, antara lain energi surya aktif dan energi surya pasif. Energi surya pasif ini yang umumnya kita rasakan sehari-hari, seperti ketika menjemur pakaian di bawah sinar matahari, pakaian akan kering. Kita tidak perlu peralatan untuk mengumpulkan energi surya. Sedangkan energi surya aktif, diperlukan komponen dan metode untuk mengumpulkan energi surya tersebut dan bagaimana untuk dan Kekurangan PLTSJika hendak memanfaatkan pembangkit listrik tenaga surya pada bangunan Anda, ada baiknya untuk Anda mengetahui kelebihan dan kekurangan PLTS itu PLTS1. Menggunakan sumber energi yang dapat diperbaruiEnergi surya atau cahaya matahari adalah sumber energi yang terbarukan, dapat ditemukan di berbagai wilayah dan selalu ada setiap hari. Energi ini dapat diakses oleh semua orang dan setidaknya masih akan tersedia hingga 5 miliar tahun kedepan menurut para Perawatan yang mudah dan murahJika Anda menggunakan sistem sel surya, perawatan yang harus Anda lakukan tidaklah begitu banyak. Pembersihan cukup dilakukan beberapa kali dalam setahun secara teratur. Selain itu, biaya untuk merawatnya juga rendah. Produk sel surya pada umumnya memiliki garansi selama 20 hingga 25 tahun. Jika ada komponen yang perlu diganti, itupun hanya inverternya saja. Inverter ini pun hanya perlu diganti setelah 5-10 tahun pemakaian. 3. Dapat diaplikasikan ke berbagai fungsiEnergi surya dapat menghasilkan listrik yang mampu untuk membantu kehidupan sehari-hari. Pada wilayah terpencil yang jauh dari jangkauan pasokan listrik negara misalnya. Penggunaan sel surya dapat digunakan untuk menyimpan energi listrik dan panas di kala malam hari. Selain itu, energi tersebut bisa digunakan untuk menggerakkan alat penyulingan air sehingga dapat menambah pasokan air bersih pada wilayah PLTS1. Memakan banyak ruang tempatTergantung dengan jumlah listrik yang ingin Anda hasilkan, semakin banyak energi listrik yang diinginkan maka semakin banyak pula sel surya yang dibutuhkan untuk mengumpulkan cahaya matahari. Sel surya pada umumnya diletakkan pada suatu halaman yang luas seperti lapangan dan berada di area yang terpapar cahaya matahari Bergantung dengan cuacaPenggunaan sel surya tidak akan begitu efektif ketika cuaca sedang mendung dan hujan karena cahaya matahari yang akan ditangkap juga akan minim. Hal ini tentu akan membuat Anda memperhitungkan lagi alternatif lain untuk menyimpan energi tersebut pada ketika sedang musim Biaya penyimpanan energi yang mahalBerbanding terbalik dengan biaya pemeliharaannya, biaya penyimpanan energi surya ini cukup mahal karena Anda harus menyimpannya dalam sebuah baterai besar. Baterai ini mampu untuk menyimpan energi panas dan listrik untuk digunakan pada malam hari. Itulah informasi mengenai pembangkit listrik tenaga surya, mulai dari pengertian, cara kerja, kelebihan hingga kekurangannya. Pembangkit listrik tenaga surya sendiri menawarkan alternatif cara yang ramah lingkungan untuk menghasilkan energi listrik dan mudah untuk didapatkan karena Indonesia terletak di garis khatulistiwa. Namun disisi lain, ada beberapa pertimbangan lain seperti biaya dan ruang tempat ketika memasang sel surya. Kompasiana adalah platform blog. Konten ini menjadi tanggung jawab bloger dan tidak mewakili pandangan redaksi Kompas. Pembangkit Listrik Tenaga Surya PLTS di Desa Kasepuhan Ciptagelar merupakan tonggak sejarah penting dalam upaya desa ini untuk mengatasi keterbatasan akses listrik dan mencapai pembangunan berkelanjutan. Desa Kasepuhan Ciptagelar, yang terletak di wilayah pegunungan yang terpencil, telah menghadapi tantangan dalam memperoleh pasokan listrik yang andal dan terjangkau selama bertahun-tahun. Namun, dengan kemajuan teknologi energi surya, desa ini telah menemukan solusi yang inovatif dan ramah waktu itu, desa ini masih sangat terisolasi dari jaringan listrik nasional dan penduduknya mengandalkan sumber penerangan tradisional seperti lampu minyak dan lilin. Kondisi ini memberikan dorongan bagi pemerintah desa dan masyarakat untuk mencari solusi alternatif yang lebih berkelanjutan. Melalui kolaborasi antara pemerintah desa, masyarakat setempat, dan organisasi non-pemerintah, rencana untuk memasang PLTS di Desa Kasepuhan Ciptagelar mulai dirumuskan. Studi kelayakan dilakukan untuk memastikan bahwa desa ini memiliki potensi sinar matahari yang cukup untuk menghasilkan energi yang diperlukan. Setelah melalui proses perencanaan dan pengumpulan dana, instalasi PLTS akhirnya dimulai. Proses implementasi PLTS di Desa Kasepuhan Ciptagelar tidaklah mudah. Tenaga ahli dan teknisi energi surya dilibatkan untuk memastikan bahwa instalasi dilakukan dengan tepat dan sesuai dengan standar keamanan. Panel surya dipasang di atap rumah-rumah penduduk, dengan sistem penghubung yang terintegrasi untuk mengumpulkan dan mendistribusikan energi yang Listrik Tenaga Surya PLTS di Desa Kasepuhan Ciptagelar telah menjadi pendorong utama perubahan yang berkelanjutan dalam berbagai aspek kehidupan. Dengan mengadopsi teknologi PLTS, desa ini telah mengalami perubahan ekonomi, sosial, lingkungan, dan pendidikan yang signifikan. Keberhasilan dan manfaat yang diperoleh dari penggunaan energi surya telah menarik perhatian dan mendorong adopsi teknologi serupa di daerah sekitar, membawa perubahan positif yang lebih luasDalam aspek ekonomi, PLTS telah memberikan peluang baru bagi masyarakat Desa Kasepuhan Ciptagelar. Sejumlah warga desa telah memasang panel surya di atap rumah mereka, menghasilkan listrik yang cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Dengan akses terhadap listrik yang stabil dan terjangkau, mereka dapat mengembangkan usaha mikro dan menengah, seperti usaha pengolahan makanan dan kerajinan tangan. Beberapa warga desa bahkan telah melihat peluang untuk membuka usaha jasa instalasi dan perawatan sistem PLTS, menciptakan lapangan kerja baru dan merangsang pertumbuhan ekonomi itu, penggunaan PLTS juga telah membantu meningkatkan kualitas hidup dan kesejahteraan sosial masyarakat Desa Kasepuhan Ciptagelar. Sebelum adopsi PLTS, akses listrik di desa ini sangat terbatas, menyebabkan keterbatasan dalam kegiatan sehari-hari. Namun, dengan pemasangan PLTS, masyarakat desa sekarang dapat menikmati penerangan yang memadai di rumah mereka, memungkinkan mereka untuk beraktivitas setelah matahari terbenam dan meningkatkan produktivitas. Selain itu, PLTS juga telah meningkatkan akses masyarakat terhadap teknologi informasi dan komunikasi, memungkinkan mereka untuk terhubung dengan dunia luar dan meningkatkan kesadaran akan perkembangan global. Dalam hal lingkungan, PLTS di Desa Kasepuhan Ciptagelar telah membawa dampak positif yang signifikan. Dengan menghasilkan listrik dari sumber energi terbarukan, desa ini telah mengurangi ketergantungannya pada bahan bakar fosil yang berkontribusi terhadap emisi gas rumah kaca. Ini berarti bahwa PLTS membantu mengurangi jejak karbon desa dan memberikan kontribusi dalam mengatasi perubahan iklim global. Selain itu, penggunaan energi surya juga mengurangi risiko pencemaran lingkungan, seperti tumpahan minyak atau limbah nuklir yang mungkin terjadi dalam pembangkit listrik aspek pendidikan, PLTS juga memberikan peluang pembelajaran dan pengembangan keterampilan baru bagi masyarakat Desa Kasepuhan Ciptagelar. Pemerintah desa telah meluncurkan program pelatihan dan edukasi yang fokus pada penggunaan energi surya. Melalui pelatihan ini, masyarakat desa diberdayakan untuk memahami teknologi PLTS, instalasi, pemeliharaan, dan manajemen energi yang efisien. Hal ini tidak hanya meningkatkan kesadaran lingkungan mereka, tetapi juga memberikan keterampilan yang dapat mereka gunakan untuk bekerja di industri energi terbarukan atau memulai usaha sendiri dalam bidang ini. 1 2 Lihat Ruang Kelas Selengkapnya  Berita Nasional Sabtu, 18 Mei 2019 - 2216 WIB VIVA – Lembaga Dakwah Islam Indonesia mengembangkan Pembangkit Listrik Tenaga Surya PLTS di Pondok Pesantren Wali Barokah, Kediri, Jawa Timur. Ketua DPP LDII Prasetyo Sunaryo mengatakan, PLTS dikembangkan di pesantren tersebut guna mengurangi ketergantungan kepada Perusahaan Listrik Negara. Harapannya, beban biaya yang ditanggung pesantren akan kebutuhan listrik mengklaim PLTS yang dikembangkan itu terbesar di lingkungan pesantren se-Indonesia. "Berkacara dari hal tersebut, DPP LDII melakukan terobosan berupa pembangunan PLTS sendiri. Sebagai tahap awal dibangun di Ponpes Wali Barokah kota Kediri," kata Prasetyo Sunaryo dalam keterangan tertulis diterima VIVA pada Sabtu, 18 Mei Wali Barokah, lanjut Sunaryo, juga diklaim sebagai pesantren pertama yang memanfaatkan PLTS. "Ponpes yang menggunakan sebesar PLTS ini yang pertama di Indonesia. Ini wujud paradigma khusus tidak cukup dengan cara pandang perbandingan harga saja. Pendayagunaan EBT komparasinya bukan terhadap harga BBM, tetapi harus terhadap pengandaian apabila terjadi kelangkaan energi BBM," menjelaskan, Indonesia sebagai negara tropis merupakan berkah. Sepanjang tahun matahari menyinari bumi Pertiwi. "Dari perspektif religius, penggunaan energi matahari merupakan manifestasi syukur ke Allah yg mengkarunia Indonesia dengan sinar matahari yang tak ternilai harganya," Ponpes Wali Barokah, Soenarto, mengatakan PLTS merupakan bagian dari syukur atas anugerah Allah berupa sinar matahari. Dia bersyukur PLTS menjadi energi listrik untuk menerangi pesantren yang dikelola, sehingga terjadi penghematan biaya pengelolaan pondok secara signifikan."Untuk kedepannya ada pemikiran menjadikan ponpes ini, sebagai wisata religi dan edukasi teknologi PLTS. Sehingga menginspirasi masyarakat untuk berpartisipasi dalam penerapan energi baru terbarukan," kata pria asal Klaten, Jawa Tengah, itu. Halaman Selanjutnya Untuk diketahui, PLTS yang dibangun di Pesantren Wali Barokah berukuran 40 m x 41 m dengan daya satu juta watt. Menurut aplikator PLTS di Ponpes Wali Barokah, Horisworo, dengan pertimbangan untuk memberikan manfaat yang lama, dana yang terkumpul secara gotong royong warga LDII tersebut dibelikan panel surya solar cell yang premium grade buatan Kanada. The use of abundant solar energy in Indonesia is a concern for the government, especially for areas that are still not electrified by the PLN cable network. The conversion of solar energy to electrical energy is carried out using PV solar panels to form a solar power plant PLTS. The existence of this PLTS is increasing throughout Indonesia so that it takes human resources who have these competencies to manage it. With this awareness, the Community Service Activity PKM program of the Department of Energy Conversion Engineering at the Bandung State Polytechnic invites a partner at SMKN 1 Cimahi to jointly equip its students to get a PLTS competency briefing. One of the competencies developed is about the installation of the solar power plant electrical system. This activity was held during the very dangerous Covid-19 virus pandemic which forced people to work at home WFH. However, instead of being an obstacle, it provides an appreciable result, namely the gain of experience to develop learning modules that can be delivered online. The analysis of the results of the PKM implementation proved that one way of providing knowledge on the aspect of knowledge can be held online. Discover the world's research25+ million members160+ million publication billion citationsJoin for free Jurnal Qardhul Hasan; Media Pengabdian kepada Masyarakat p-ISSN 2442-3726 e-ISSN 2550-1143 Volume 8 Nomor 2, Agustus 2022 145 WORKSHOP PENGENALAN KOMPETENSI INSTALASI PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA SURYA WORKSHOP OF INTRODUCTION TO INSTALLATION COMPETENCY OF SOLAR POWER PLANT Ignatius Riyadi Mardiyanto1, Sri Utami1, Sri Paryanto Mursid1, Wahyu Budi Mursanto1, Agoeng Harjatmo Rahardjo1, Apip Udin1, Sri Widarti11Jurusan Teknik Konversi Energi, Politeknik Negeri Bandung Jln. Gegerkalong Hilir, Desa Ciwaruga Bandung 40559 aKorespondensi Mia Perlina, E-mail Diterima 09-02-2022; Ditelaah 18-02-2022; Disetujui 27-03-2022 ABSTRACT The use of abundant solar energy in Indonesia is a concern for the government, especially for areas that are still not electrified by the PLN cable network. The conversion of solar energy to electrical energy is carried out using PV solar panels to form a solar power plant PLTS. The existence of this PLTS is increasing throughout Indonesia so that it takes human resources who have these competencies to manage it. With this awareness, the Community Service Activity PKM program of the Department of Energy Conversion Engineering at the Bandung State Polytechnic invites a partner at SMKN 1 Cimahi to jointly equip its students to get a PLTS competency briefing. One of the competencies developed is about the installation of the solar power plant electrical system. This activity was held during the very dangerous Covid-19 virus pandemic which forced people to work at home WFH. However, instead of being an obstacle, it provides an appreciable result, namely the gain of experience to develop learning modules that can be delivered online. The analysis of the results of the PKM implementation proved that one way of providing knowledge on the aspect of knowledge can be held online. Keywords Vocational High School SMK, renewable energy, PLTS solar power plant, online practice module. ABSTRAK Pemanfaatan energi surya yang berlimpah di Indonesia menjadi perhatian pemerintah khususnya untuk daerah yang masih belum terelektrifikasi oleh jaringan kabel PLN. Konversi energi surya menjadi energi listrik dilakukan dengan menggunakan panel surya PV sehingga membentuk pembangkit listrik tenaga surya PLTS. Keberadaan PLTS ini semakin banyak di seluruh penjuru Indonesia, sehingga dibutuhkan SDM yang memiliki kompetensi tersebut untuk mengelolanya. Dengan kesadaran ini, maka program Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat PKM Jurusan Teknik Konversi Energi Politeknik Negeri Bandung mengajak bermitra SMKN1 Cimahi untuk bersama-sama membekali siswanya untuk mendapatkan pembekalan kompetensi PLTS. Kompetensi yang dikembangkan salah satunya adalah tentang pemasangan/instalasi system kelistrikan pembangkit listrik tenaga surya. Kegiatan ini diselenggarakan pada saat terjadi pandemi virus Covid19 yang sangat berbahaya yang memaksa untuk bekerja di rumah WFH. Namun alih-alih menjadi kendala, justru memberikan hasil yang patut diapresiasi yakni diperolehnya pengalaman untuk mengembangkan modul pembelajaran yang dapat disampaikan secara daring. Analisis terhadap hasil penyelengaraan PKM ini membuktikan bahwa salah satu cara pembekalan pada aspek pengetahuan dapat diselenggarakan secara daring. Kata kunci Sekolah Menengah Kejuruan SMK, energi baru terbarukan, PLTS Pembangkit listrik tenaga surya, Pompa air tenaga surya, modul praktek daring Jurnal Qardhul Hasan; Media Pengabdian kepada Masyarakat p-ISSN 2442-3726 e-ISSN 2550-1143 Volume 8 Nomor 2, Agustus 2022 146 Mardiyanto, I, R., Utami, S., Mursid, A, P., Mursanto, W, B., Rahardjo, A, H., Udin, A., & Widarti S. Workshop Pengenalan kopetensi instalasi pembangkit tenaga surya. Jurnal Qardhul Hasan Media Pengabdian kepada Masyarakat, 81 145-151. PENDAHULUAN Penyiapan sumber daya manusia SDM kompeten untuk masa depan, khususnya di Indonesia, menjadi prioritas utama pemerintah. Pengembangan SDM kompeten secara terencana dilakukan dalam lembaga pelatihan kerja maupun sekolah, khususnya sekolah kejuruan atau vokasi. Di Indonesia saat ini dikenal Sekolah Menengah Kejuruan SMK pada tingkat pendidikan menengah dan Politeknik, sebagai salah satu contoh pendidikan tinggi vokasi. Pada pendidikan kejuruan maupun vokasi, fokus pembelajaran diarahkan pada penguasaan kompetensi kerja. Metoda pembelajaran ini dimaksudkan agar pada saat menyelesaikan pendidikannya lulusan dapat segera masuk ke dalam dunia kerja. Hal ini menuntut fasilitas, suasana, dan lingkungan belajar mengkondisikan proses pembelajaran yang lekat link dengan aktifitas dunia kerja baik mandiri atau terinstitusi. Institusi kerja yang terinstitusi sering dikenal dengan sebutan Dunia Usaha dan Dunia Industri DUDI. Menjadi usaha positif saat dilakukan pola kerja sama antara SMK sebagai pendidikan menengah dengan Politeknik sebagai pendidikan tinggi. Lulusan dari SMK yang sebagian besar akan melanjutkan ke perguruan tinggi dipersiapkan untuk masuk politeknik sebagai institusi yang sejenis. Kerjasama ini memiliki prospek penyiapan SDM kompeten yang berkelanjutan seamless, sehingga terjadi efisiensi dan efektifitas dalam pembelajaran. Kerjasama dilakukan dalam bentuk Pengabdian Kepada Masyarakat PKM yang menjadi keharusan dalam Tridharma perguruan tinggi. Politeknik Negeri Bandung sebagai institusi pendidikan tinggi memiliki kewajiban melaksanakan PKM yang harus dilaksanakan oleh setiap dosennya. Program PKM yang diselenggarakan ini menyertakan SMKN 1 Cimahi sebagai pasangan kerjasama dengan Jurusan Teknik Konversi Energi. SMKN 1 Cimahi adalah salah satu SMKN yang sangat baik dalam membina generasi muda pada level terampil, level kompetensi 1 sampai level 3 pada kompentansi skala KKNI SMKN 1, 2019. Pemilihan PLTS sebagai objek pengenalan kepada generasi mud karena PLTS adalah salah satu pembangkit energi masa depan. Fokus kementerian ESDM kepada PLTS dapat dilihat pada berita di SIARAN PERS NOMOR Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Tanggal 14 Maret 2020. Sebagai ketahanan energi nasional, energi terbarukan adalah salah satu topik yang sangat menjanjikan Azhar, M. 2018, diperlihatkan pada struktur ESDM yang salah satu bidang khususnya adalah mengenai energi terbarukan ini Peraturan Presiden tentang Kebijakan Energi Nasional Pasal 22 b Vol. PP No. 5. Maka dari itu, sebagai objek pengenalan Pengabdian pada Masyarakat PkM adalah pembentukan wawasan tentang levelisasi kompentasi khususnya pada suatu unit pembangkit listrik tenaga surya PLTS. Pada sekolah menengah kejuruan level ini sesuai KKNI diletakkan pada level pelaksana. Pada daerah-daerah pedesaan dengan jarak antar desa yang jauh dan di pulau-pulau kecil biasanya salah satu andalan untuk pembangkit listrik adalah PLTS. Pembangkit ini dapat berupa pembangkit terpusat dengan minigrid atau seringkali dalam bentuk solar home system. Kelemahan dari pembangkit PLTS di pedesaan adalah kurang handalnya tenaga terampil yang menangani kelistrikan skala kecil tersebut. Terlebih pada sistem kelistrikan rumah dengan pembangkit sendiri seperti solar home system, sehingga umur sistem kelistrikan ini menjadi pendek, dan dalam waktu tidak lebih dari 2 tahun sering sekali sudah tidak berfungsi. Untuk 147 Workshop pengenalan kompetensi itu, pengenalan kompetensi base pada sistem kelistrikan PLTS khususnya pada pemasangan dan pemeliharaan sistem tenaga surya menjadi penting untuk meningkatkan dan menyosialisasikannya. Saat ini dan ke depan sangat dibutuhkan SDM kompeten dalam hal merancang, memasang, mengoperasikan dan merawat sistem kelistrikan berbasis PLTS. Tuntutan ini menjadi dasar dilakukannya PKM Jurusan Teknik Konversi Energi POLBAN dengan SMKN 1 Cimahi untuk membekali calon lulusannya dengan salah satu kompetensi yang dibutuhkan masyarakat modern saat ini, yakni instalasi pada PLTS. MATERI DAN METODE Pelaksanaan PKM oleh Jurusan Teknik Konversi Energi POLBAN dengan SMKN 1 Cimahi dilakukan dengan serangkaian langkah terencana berkelanjutan. Dimulai dari survei, perencanaan kegiatan, pelaksanaan kegiatan, monitoring dan evaluasi, ekstraksi hasil analisis kegiatan sebagai knowledge base, dan diakhiri dengan dokumentasi dan publikasi. Secara skematik, metode pelaksanaan ini digambarkan dalam diagram Gambar 1. Gambar 1. Langkah Pelaksanaan PKM. Survei, langkah awal dimulai dari kelompok survei. Pertama tim PKM berkoordinasi internal untuk melakukan identifikasi sumber daya yang akan menjadi pendukung kegiatan. Sumber daya yang diidentifikasi mencakup dua sisi, yakni dari pihak Jurusan Teknik Konversi Energi POLBAN, sebagai basis kegiatan, dan dari pihak SMKN 1 Cimahi, sebagai domain pelaksanaan. Selanjutnya dilakukan visitasi ke lapangan, yakni SMKN 1 Cimahi, untuk memperoleh informasi mengenai profil sekolah, kondisi lingkungan di dalam dan di seputaran sekolah, ruang kerja pengajar dan laboran, juga ruang belajar siswa. Data mengenai workshop yang sudah diperoleh oleh siswa terkait energi baru terbarukan EBT. Pemahaman mengenai EBT difokuskan pada pembangkitan energi listrik menggunakan PLTS. Selain itu juga mencoba mengetahui telah sejauh mana para siswa, dan juga guru, mengetahui aplikasi dari listrik yang dibangkitkan dari PLTS. Informasi diperoleh melalui wawancara dengan pihak pengajar, siswa, juga sebagian alumni, dan staf sekolah. Wawancara juga dilakukan untuk menjaring informasi mengenai cara dan materi pemaparan yang telah dilakukan terkait topik utama tersebut. Pemaparan yang dimaksud adalah yang dilakukan, baik oleh pihak internal sekolah, maupun pihak eksternal, sebagai pihak yang menjadi subyek informasi mengenai pengenalan dan pembimbingan terkait aplikasi PLTS. Informasi dan data yang diperoleh selanjutnya dianalisis. Berdasarkan hasil analisis, dikoordinasikan dengan pihak SMKN 1 Cimahi, bersama dengan tim PKM untuk menentukan pemilihan tema kerjasama, yang telah dilaksanakan beberapa kali, sebelumnya adalah tentang aplikasi pompa air menggunakan PLTS. Pada tema kali ini, lebih difokuskan pada penguatan level kompetensi SDM khususnya untuk tenaga terampil level 3 mengenai Kompentesi Base Instalasi PLTS Off Grid. Dengan tema yang telah ditentukan ini maka setiap anggota tim melakukan studi literatur sesuai dengan fokus tugas masing-masing. Pelaksanaan, dalam kelompok ini mencakup tahap perencanaan dan persiapan, pelaksanaan kegiatan, dilanjutkan dengan monitoring dan evaluasi. Pada tahap perencanaan, tim melakukan pendataan dan olah data yang oleh setiap anggota tim, dengan mengacu pada pengolahan literatur, membuat rencana makro maupun rencana mikro untuk detail dari pelaksanaan kegiatan. Tahap Persiapan, termasuk melakukan perancangan modul latih instalasi PLTS berbasis off-grid yang akan dijadikan obyek workshop. Pada saat yang sama, masing-masing anggota tim mempersiapkan modul pembelajaran sebagai materi saat pelaksanaan workshop nantinya. Modul yang disiapkan terdiri dari unit kompetensi yang akan dibidik untuk level SMK dan pembuatan modul pengenalan instalasi Jurnal Qardhul Hasan; Media Pengabdian kepada Masyarakat p-ISSN 2442-3726 e-ISSN 2550-1143 Volume 8 Nomor 2, Agustus 2022 148 PLTS. Selanjutnya, setelah persiapan matang, dilakukan workshop sebagai inti dari pelaksanaan kegiataan PKM ini. Workshop diikuti oleh 50 orang peserta dan dilakukan secara daring. Durasi workshop adalah tiga jam untuk memberikan materi sesuai dengan modul yang sudah disiapkan. Tahap selanjutnya adalah melakukan monitoring dan evaluasi, baik dari sisi keterserapan materi oleh peserta workshop, maupun keseluruhan dari pelaksanaan PKM. Evaluasi dilakukan dengan memberikan pre-test sebelum acara dimulai dan post-test setelah kegiatan workshop dilaksanakan. Evaluasi bertujuan untuk mendapatkan gambaran keterserapan materi oleh peserta. Hasil, Rangkaian kegiatan terakhir adalah ekstraksi hasil analisis, dokumentasi, ditutup dengan deseminasi dan publikasi. Analisis dan pengolahan data dari hasil monitoring dan evaluasi merupakan capaian dari ekstraksi hasil analisis. Produknya menjadi bahan utama kajian dan pembuatan laporan juga diseminasi dan publikasi. Tahap dokumentasi merupakan bagian penting agar seluruh kegiatan berserta hasilnya terekam sebagai landasan untuk mendapatkan knowledge base yang representatif. Dokumentasi ini menjadikan kegiatan untuk dapat dikembangkan dan ditingkatkan manfaat dan efektifitasnya di kemudian hari, baik oleh tim yang sama, atau sumbangan pengetahuan bagi masyarakat akademik lainnya. Dengan demikian, tahap penutup yang berupa diseminasi dan publikasi mendapatkan peran pentingnya agar hasil positif dari kegiatan PKM sampai kepada masyarakat yang membutuhkan informasinya. Pelaksanaan PKM Pandemi virus Corona-19 yang terjadi selama program PKM di SMKN 1 Cimahi saat ini, menjadi tantangan tersendiri bagi pelaksanaan kegiatan. Penyebaran virus yang sangat cepat dan berbahaya ini membatasi kegiatan yang bersifat berkumpulnya manusia. Kodisi ini memaksa tim PKM untuk mendapatkan solusi dan cara penyelenggaraan yang efektif dan aman. Namun alih-alih kondisi wabah ini menjadi hambatan, tim PKM justru menjadikannya tantangan untuk mengembangkan cara dan metode pembelajaran daring online. Sebagian besar dari kegiatan selanjutnya dilakukan secara daring. Salah satu contoh hasil penelusuran standar kompetensi pada level SMK adalah pelaksana teknis untuk instalasi seperti pada Tabel 1. Dengan menggunakan base elemen kompetensi ini, maka selanjutnya dapat disusun modul latih untuk pencapaian kompetensi peserta. Tabel 1. Salah satu elemen kompetensi sesuai SKKNI level 3 1. Menyiapkan perlengka panpemasangan instalasi kelistrikan PLTS tipe off-grid Peralatan Keamanan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja K3 disiapkan sesuai prosedur. Peralatan kerja untuk pemasangan instalasi kelistrikan PLTS tipe off-grid disiapkan sesuai prosedur. Komponen utama dan komponen pendukung disiapkan sesuai dengan spesifikasi produk. Jalur kabel dan penempatan komponen utama PLTS tipe off-grid disiapkan sesuai dengan gambar kerja. 149 Workshop pengenalan kompetensi komponenutama dan pendukung PLTStipe Peralatan Keamanan, Kesehatan dan Keselamatan Kerja K3 digunakan pada pemasangan instalasi komponen instalasi kelisrikan PLTS tipe off-grid sesuai prosedur. Komponen utama dipasang sesuai dengan gambar kerja dan prosedur yang ditentukan. Komponen pendukung dipasang sesuai dengan gambar kerja dan prosedur yang ditentukan. Label kabel atau kode warna isolator kabel dipasang sesuai gambar kerja. Pemasangan instalasi kelistrikan PLTS tipe off-grid diperiksa sesuai dan gambar kerja dan spesifikasi yang ditentukan. laporan pemasangan instalasi kelistrikanPLTS tipe Laporan pemasangan instalasi kelistrikan PLTS tipe off-grid dibuat sesuai prosedur. Laporan pemasangan instalasi kelistrikan PLTS tipe off-grid didokumentasikan sesuai prosedur. Pelatihan dilakukan dengan menggunakan model workshop daring karena adanya kendala PPKM level 4 covid 19, sehingga persiapan dan pelaksanaan dilakukan untuk penguatan pada aspek pengetahuan sesuai dengan standar kompetensi pelaksana lapangan seperti dijabarkan pada Tabel 1. Persiapan dilakukan dengan mengedepankan aspek penguatan akan hal-hal praktis yang seringkali ditemukan di lapangan. Beberapa hal seperti aspek planning/perencanaan pelaksanaan pekerjaan. Selanjutnya dilakukan pemahaman tentang aspek doing/persiapan pelaksanaan pekerjaan dengan standar kerja yang dibuat dengan jelas dan terinci. Kemudian juga aspek checking untuk pemastikan bahwa persiapan pelaksanaan sudah sesuai dengan yang telah direncanakan tanpa ada yang terlewat. Langkah terakhir adalah langkah pelaksanaan sesuai dengan standar yang telah ditetapkan. Pemahaman akan persiapan yang matang dengan rencana detail agar jika suatu ketika di lapangan tidak terjadi kesalahan sekecil apapun. Hal ini perlu ditekankan pada calon pelaksana dalam suatu seksi pelatihan sehingga menjadi kebiasaan yang baik dalam melaksanakan pekerjaan. Modul dan presentasi pelatihan selanjutnya disiapkan untuk mendukung terlaksananya penyelenggaraan workshop tersebut. Karena kendala PPKM, akhirnya workshop masih diselenggarana secara webinar. Pelaksanaan tentang penyelenggaraan workshop dapat dilihat pada Gambar 2. Pada pelaksanaan awal workshop, peserta diminta untuk melakukan test awal pre-test untuk mengetahui pemahaman awal tentang PLTS. Selanjutnya dilakukan webinar yang menekankan pada pemahaman aspek plan-do-check-action PDCA untuk instalasi suatu sistem kelistrikan pada PLTS. Gambar 2. Pelaksanaan Workshop melalui Webinar Pemberian materi workshop melalui webinar memberi tantangan tersendiri dalam pelaksanaan. Interaksi virtual secara alamiah memberikan hambatan fisik Jurnal Qardhul Hasan; Media Pengabdian kepada Masyarakat p-ISSN 2442-3726 e-ISSN 2550-1143 Volume 8 Nomor 2, Agustus 2022 150 sehingga secara psikologis mempengaruhi perilaku dalam mengekspresikan penekan pada materi bagi dosen/pemakalah. Demikian juga peserta tidak dapat secara terbuka mengemukanan pendapatnya. Suasana workshop cenderung statis dan kurang hangat, walaupun hal ini diduga dikarenakan masih dalam tahap pembiasaan. Walaupun demikian, dibalik kelemahannya, ada sisi positif yang sangat potensial untuk dikembangkan lebih lanjut. Sisi positif yang utama adalah kemudahan dalam mendokumentasikan proses seluruh aktifitas workshop, sehingga memudahkan untuk menampilkan ulang dan juga membuat evaluasi dari kegiatannya. Evaluasi dan test terhadap keterserapan dan pemahaman materi yang diberikan juga dengan segera dapat dilakukan dan diproses sehingga hasilnya dapat ditampilkan seketika. HASIL DAN PEMBAHASAN Worskhop dalam bentuk webinar diselenggarakan dengan melibatkan seluruh tim PKM dari Polban. Sementara pesertanya adalah siswa SMKN1 Cimahi. Setelah mengikuti webinar, selanjutnya peserta diminta untuk menjawab pertanyaan post-test yang dilakukan secara online. Analisis terhadap penerimaan materi oleh siswa selama webinar memberikan indikasi keberhasilan dalam pelaksanaan workshop. Peserta workshop dari siswa SMKN1 Cimahi sekitar 50 orang. Sedangkan yang ikut sampai akhir dan mengisi form test post adalah 41 siswa. Dari 41 siswa tersebut dapat dilihat distribusi hasil kegiatannya adalah seperti pada Gambar 3 berikut. Gambar 3. Hasil Kegiatan Workshop Dapat dilihat dari hasil pre-test cukup banyak siswa ternyata sudah cukup memahami pengetahuan dasar tentang sel surya sebagai penghasil listrik. Ini diindikasikan dengan lebih dari 50% siswa yang mempunyai nilai pre-test yang cukup baik, dengan score lebih dari 50. Tetapi, setelah diberi penjelasan tentang kompetensi base untuk instalatur PLTS dan diberi pertanyaan post-test yang berkaitan dengan standar kompetensi instalasi PLTS off-grid pada sesi akhir workshop online tersebut ternyata ada pemahaman tentang instalasi PLTS dan cara mengerjakan instalasi belum cukup baik, kurang dari 50% siswa masih mempunyai score nilai di bawah 50. Artinya pemahaman dasar tentang PLTS dengan pemahaman instalasi PLTS yang baik, belum cukup saling melengkapi. Dari hasil di atas, maka kiranya pemahaman praktek lapangan offline tentang instalasi sederhana perlu ditingkatkan. Sebagai solusi dari permasalahan pemahaman instalasi berbasis kompetensi tersebut, maka tim Polban telah menyiapkan modul dan job sheet sederhana. Modul dan job sheet tersebut diberikan untuk perangkat percobaan siswa SMKN 1 Cimahi. KESIMPULAN DAN IMPLIKASI PKM aplikasi pelatihan berbasis kompetesi untuk PLTS off-grid yang diselenggarakan oleh Jurusan Teknik Konversi Energi dengan SMKN 1 Cimahi, terbukti dapat terselenggara dengan baik, walaupun dalam suasana pandemi sehingga pelaksanaanya hanya dapat dilakukan secara daring. Modul yang telah selesai dibuat juga memberikan manfaat dua arah, yakni pada 010203080> 80-65 65-50 <50Hasil TestPre Test Post Test 151 Workshop pengenalan kompetensi SMKN 1 Cimahi sebagai bahan pengembangan materi belajar, juga pengembangan modul lebih lanjut. Pengembangan materi belajar ini selanjutnya dapat dimasukkan ke dalam kurikulum sehingga lulusan SMKN 1 Cimahi berpeluang untuk siap memasuki dunia kerja dengan kompetensi aplikasi PLTS. Sedangkan untuk Jurusan Konversi Energi POLBAN dapat memberikan pengalaman pada mahasiswa maupun teknisi dalam membuat produk aplikasi PLTS off grid sederhana. DAFTAR PUSTAKA SMKN 1, C. 2019. Sejarah Singkat SIARAN PERS NOMOR Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia, Tanggal 14 Maret 2020 Azhar, M. 2018. Implementasi Kebijakan Energi Baru dan Energi Terbarukan Dalam Rangka Ketahanan Energi Nasional. Adminitrative Law & Governance Journal, 14, 15. Indonesia. 2006. Peraturan Presiden tentang Kebijakan Energi Nasional Pasal 22 b Vol. PP No. 5. ESDM. Ditjen Energi Baru Terbarukan dan Konservasi Energi. Indonesia. 2014a. Pengesahan Statute of The International Energi baru terbarukan Agency Indonesia. 2014b. Peraturan Pemerintah tentang Kebijakan Energi Nasional, PP No. 79 Pasal Indonesia. 2017. Pemanfaatan Sumber Energi Baru Terbarukan untuk Penyediaan Tenaga Listrik. ResearchGate has not been able to resolve any citations for this publication. Muhamad AzharDendy Adam SatriawanThis study aims to determine the implementation of new energy and renewable energy policies in the context of national energy security. The research method used is legal research that uses a regulatory approach. The results of the study show that the implementation of new energy and renewable energy policies in the context of national energy security has proceeded as it should. This can be seen from the role of the government in making policies beleid and management actions bestuursdaad, arrangements regelendaad, management beheersdaad and supervision toezichthoudensdaad for the purpose of maximizing the people's prosperity. Keywords Energy Policy, Renewable Energy, National Energy SecurityAbstrakPenelitian ini bertujuan untuk mengetahui Implementasi kebijakan energi baru dan energi terbarukan dalam rangka ketahanan energy nasional. Metode penelitian yang diguankan adalah penelitian hukum yang menggunakan pendekatan peraturan perundang-undangan. Hasil penelitian menunjukan bahwa Implementasi kebijakan energi baru dan energi terbarukan dalam rangka ketahanan energy nasional telah berjalan sebagaimana mestinya. Hal tersebut dapat dilihat dari dari peran pemerintah untuk mengadakan kebijakan beleid dan tindakan pengurusan bestuursdaad, pengaturan regelendaad, pengelolaan beheersdaad dan pengawasan toezichthoudensdaad untuk tujuan sebesar-besarnya kemakmuran kunci Kebijakan Energi, Energy Terbarukan, Ketahanan Energi NasionalPengesahan Statute of The International Energi baru terbarukan Agency IndonesiaIndonesiaIndonesia. 2014a. Pengesahan Statute of The International Energi baru terbarukan Agency Indonesia. 2014b. Peraturan Pemerintah tentang Kebijakan Energi Nasional, PP No. 79 Pasal Sumber Energi Baru Terbarukan untuk Penyediaan Tenaga ListrikIndonesiaIndonesia. 2017. Pemanfaatan Sumber Energi Baru Terbarukan untuk Penyediaan Tenaga Listrik. JAKARTA—Perusahaan konstruksi pelat merah PT Waskita Karya Persero Tbk WSKT mendirikan perusahaan patungan dengan PT Shalawat Power dengan nama PT Waskita Sangir Energi WSE.Sekretaris Perusahaan Waskita Karya Munib Lusianto mengemukakan pihaknya dan Shalawat Power telah menandatangani akta perjanjian usaha patungan yang dibuat di hadapan notaris Agus Madjid di Jakarta, pada 11 Juli 2013.“Pendirian perusahaan patungan WSE itu bertujuan mengembangkan proyek pembangkit listrik tenaga minihidro [PLTM] di Batang-Sangir, Sumatra Selatan,” ujarnya dalam keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia BEI, Minggu 14/7/2013. Selain itu, perseroan melaporkan penggunaan dana obligasi II 2012 yang tersisa Rp16,02 miliar per 30 Juni aksi korporasi itu, perseroan meraup dana segar Rp746,3 miliar. Sebanyak Rp400 miliar telah digunakan untuk membayar utang refinancing, Rp250 miliar untuk modal kerja, sedangkan Rp80,3 miliar digunakan untuk pengembangan bisnis properti.“Bisnis properti sebelumnya direncanakan memerlukan dana sekitar Rp100 miliar dari penerbitan obligasi itu,” ujarnya. Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News Konten Premium Nikmati Konten Premium Untuk Informasi Yang Lebih Dalam

sholawat pembangkit tenaga dalam